Apa yang muncul di benak Anda ketika Anda mambaca 6 huruf diatas? Mungkin ada diantara kita yang mengernyitkan dahinya, atau ada juga yang mengatakan “apaan sich nie?”, atau ada juga yang tersenyum ketika membacanya.
Seperti yang kita ketahui topeng biasanya digunakan untuk menutupi wajah. Kalau dalam kesenian topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Tetapi, disini saya tidak akan membahas mengenai sejarah topeng , terbuat dari apa topeng itu ataupun darimana munculnya istilah topeng.
Disini saya akan membahas topeng yang yang sebenarnya sering kita lihat tapi tak terlihat, bentuknya abstrak tapi bisa dirasakan. Maksudnya? Mungkin Anda sedikit bingung dengan pernyataan diatas tapi bagi Anda yang sudah pernah merasakannya pasti langsung dapat memahami.
Tanpa kita sadari sebenarnya banyak orang yang menggunakan topeng di sekitar kita. siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang berusaha menyembunyikan “wajah” asli mereka terhadap orang lain. Kenapa harus disembunyikan? Karena mereka punya alasan tertentu pastinya. Banyak contoh nyata yang dapat kita lihat, misalnya saja si X kita sering melihat dia melakukan hal-hal yang baik, sopan, dan tidak pernah berbuat kasar padahal sebenarnya si X adalah orang yang jahat dan menutupi kejahatannya dengan perbuatan baik yang ia tampilkan. Secara sadar atau tidak si B selama ini telah memakai topeng kebaikan untuk menutupi kejahatannya itu.
Seperti anggota DPR, sebelum mereka duduk di kursi DPR mereka mengumbar-umbar janji kepada rakyat bahwa setelah mereka terpilih mereka akan membela rakyat, melakukan yang terbaik untuk rakyat, apapun untuk rakyat tapi pada kenyataannya janji tinggal janji. Rakyat terabaikan demi kepentingan mereka sendiri, untuk hidupku, keluargaku, dan masa depanku.
Rakyat terlupakan saat kursi itu menjadi milik mereka, rakyat hanya bisa berkomentar dan memberikan pandangan-pandangan mereka tentang kejadian yang terjadi pada anggota DPR saat ini, ada juga yang tak mau ambil pusing karena menurut mereka apapun yang terjadi di DPR bukan urusan mereka. Memikirkan makanan untuk besok saja mereka sudah pusing apalagi memikirkan anggota DPR. Anggota DPR selama ini hanya menggunakan topeng “demi rakyat” untuk mencapai target dan ambisi mereka.
Kita tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi janganlah gunakan topeng untuk menutupi kekurangan kita itu. Lebih baik kita hidup apa adanya, inilah aku dengan segala kekurangan dan kelemahanku. Jangan karena hanya ingin diakui kita menutupi siapa diri kita sebenarnya dan menjadi orang lain. Biarkan mereka melihat wajahmu, biarkan mereka mengenalmu lebih dalam, karena setiap manusia di ciptakan berbeda-beda dan memiliki keunikan sendiri.
Seperti lagu Peterpan :
Tapi buka dulu topengmu…
Buka dulu topengmu,
Biarku lihat warnamu..
Biarku lihat warnamu..
Setiap manusia memiliki daya tarik yang berbeda jangan iri jika orang lain memperoleh hasil yang lebih baik dari kita karena mungkin itulah bagiannya, kita punya bagian sendiri yang tentunya sangat spesial. Tuhan punya rencana menciptakan kita kedunia ini bahkan sebelum kedua orang tua kita berencana untuk “membuat” kita Tuhan telah berencana terlebih dahulu karena kita telah ditentukanNYA dari semula.
