Senin, 24 Mei 2010

UAS

Menanti datangnya soal ujiannn.. :)
semoga ujian nie dapat diselesaikan dengan baik...

cmangath !!!!!

Sabtu, 08 Mei 2010

Laporan Proyek

Untuk melihat laporan proyek kami, silakan klik disini.

Jumat, 07 Mei 2010

LAPORAN TUGAS PROYEK

Untuk melihat hasil laporan tugas proyek, klik di sini....

Kamis, 15 April 2010

ANALISIS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Jurnal 1: Analisis permasalahan pendidikan anak usia dini dalam masyarakat Indonesia

Berdasarkan jurnal dengan judul di atas,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia belum begitu mendapat perhatian lebih.
Masalah ini disebabkan oleh:

  1. Belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan PAUD.
  2. Adanya ketidakseimbangan antara jumlah pertumbuhan anak usia dini dengan pembangunana sarana pendidikannya.
  3. Kurangnya kuantitas/kualitas guru PAUD
  4. Kualitas guru PAUD tergolong rendah . selain itu, minat orang untuk menjadi guru PAUD masih sangat minim.
  5. Kurangnya mutu PAUD
  6. Hal ini disebabkan karena kurannya sarana dan prasarana PAUD
  7. Kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya PAUD
  8. Pengetahuan orang terhadap PAUD masih rendah. Mereka menganggap PAUD tidak dibutuhkan. Sebagian orangtua cenderung langsung menyekolahkan anaknya ke SD.
  9. Kebijakan pemerintah yang kurang memadai
  10. Pemerintah kurang menyediakan anggaran dana untuk mendirikan sekolah bagi PAUD.
  11. Untuk itu PAUD di Indonesia perlu dibenahi dan dikembangkan mengingat pentingnya PAUD untuk meningkatkan mutu pendidikan anak Indonesia.

http://jurnal.dikti.go.id/jurnal/detil/id/4:121497/q/Analisis%20permasalahan%20pendidikan%20anak%20usia%20dini%20dalam%20masyarakat%20Indonesia%20/offset/0/limit/13

Jurnal 2: Mengembangkan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Untuk membentuk kualitas fisik, mental, social, dan kecerdasan anak, perlu dilakukan sejak usia dini.
Manusia memiliki delapan hal yang dapat dikembangkan untuk membentuk kualitas anak, yaitu, music, kinestetik tubuh, logika matematika, bahasa, keruangan, interpersonal, intrapersonal, naturalistic.
Masa anak usia dini merupakan masa emas dimana pada masa itulah anak-anak diberikan stimulus-stimulus yang menentukan kualitas anak di masa depan.
Salah satu proses pendidikan yang berguna untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan anak secara menyeluruh yaitu pendidikan jasmani yang memiliki potensi untuk mengembangkan domain kecerdasan pada anak melalui aktivitas fisik yang kita kenal dengan olahraga, khususnya dalam permainan dan games. Dengan bermain, anak memiliki kesempatan bereksplorasi, mengekspresikan perasaan, berkreasi, dan belajar secara menyenangkan.
Pendidikan jasmani bukan hanya bertujuan untuk mengembangkan kebugaran fisik dan keterampilan motorik, tetapi juga sangat berpengaruh dalam pengembangan kognitif dan afektif pada anak.

Dengan demikian, pemberian stimulus sejak kecil misalnya dengan pendidikan jasmani sangat berperan penting dalam merangsang kecerdasan majemuk anak.

http://jurnal.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=17446

Jurnal 3: An investigation of Preschool Children’s Family Functions: A General Outlook on the Family from the Mother’s Perspective


Keluarga adalah lembaga utama yang bertanggung jawab atas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini . Keluarga yang sehat akan mendukung perkembangan perlaku dan pikiran anak dengan adanya komunikasi terbuka satu sama lain.

Adaptasi sosial dan emosional anak-anak prasekolah didapat pertamakali dari lingkungan keluarga. Hal ini akan menentukan keberhasilan masa depan dan kesehatan psikologis anak. Jika anak tidak mendapatkan stimulus yang baik dari lingkungan keluarga, maka anak menjadi kurang komunikatif dan terbuka. Hal ini penting untuk menentukan sifat dari keluarga dan variabel mempengaruhi karakteristik ini sebagai keluarga memiliki paling penting dalam pembentukan dan pengembangan social-emotion anak-anak adaptasi pada tahap ini.
Ada banyak factor dari dalam keluarga yang mempengaruhi perkembangan anak, seperti pengaruh ibu, tingkat social-ekonomi, hubungan dengan anggota keluarga lain dan tingkat pendidikan orangtua.
Keterlibatan Ibu dalam mendidik anak usia dini mempunyai pengaruh yang besar. Ibu yang tidak bekerja, dengan kata lain hanya di rumah, menunjukkan pengaruh positif terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan ibu yang bekerja. Mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak, sehingga menciptakan suatu lingkungan keluarga yang
sehat bagi perkembangan anak. Tingkat pendidikan Ibu juga berpengaruh terhadap perkembangan anak, ibu yang memiliki intelektual tinggi cenderung mendidik anaknya dengan lebih baik dibandingkan dengan ibu yang memiliki intelektual rendah. Tingkat social-ekonomi dan keharmonisan hubungan dengan anggota keluarga, merupakan factor penentu keberhasilan fungsi suatu keluarga. Keluarga yang berfungsi dengan baik, akan berdampak positif bagi perkembangan anak ke depan.
Untuk itu, kualitas hubungan dalam keluarga yang terbentuk selama anak usia dini mempengaruhi perilaku dan pikiran anak di masa depan.

http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=12&hid=102&sid=15e9a53d-40d1-461e-a108-0cc360bfabc1%40sessionmgr112

Jurnal 4: “Determining the Preparatory Skills of Preschools Based on the Opinions of Teachers and Literature Review”

Kita ketahui bahwa anak-anak usia dini penyandang cacat, memerlukan perhatian khusus dari orang-orang di sekitarnya. Termasuk orang tua dan guru-guru yang mengajarnya. Tentunya, mereka yang berbeda dari anak-anak normal lain, perlu diberikan keterampilan-keterampilan khusus sebagai bekal mereka ke depannya. Intinya, anak-anak penyandang cacat tetap dapat menjadi anak yang bisa dibanggakan lewat keterampilan mereka nantinya.

Adapun, hal yang harus diperhatikan dalam memberi keterampilan anak-anak penyandang cacat ini yaitu :
1. Apa keterampilan dengan prioritas tertinggi mengenai dimasukkannya perkembangan anak-anak cacat?
2. Apa keterampilan prioritas tingkat sekunder tentang inklusi dari anak-anak cacat perkembangan?
3. Apakah ada kesamaan antara keterampilan persiapan bahwa disebutkan guru dan literatur?

http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=1&hid=112&sid=96bad2e3-8513-4e03-b244-cf124e243ccd%40sessionmgr112


Nama- nama kelompok :

Katriin Elisabeth (09-054)
Susi Bancin (09-086)
Lia Susanti (09-088)
Rani Dian Sari (09-096)
Christiana Saragih (09-098)

Kamis, 11 Maret 2010

TOPENG ; tugas individu 3

Apa yang muncul di benak Anda ketika Anda mambaca 6 huruf diatas? Mungkin ada diantara kita yang mengernyitkan dahinya, atau ada juga yang mengatakan “apaan sich nie?”, atau ada juga yang tersenyum ketika membacanya.
Seperti yang kita ketahui topeng biasanya digunakan untuk menutupi wajah. Kalau dalam kesenian topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Tetapi, disini saya tidak akan membahas mengenai sejarah topeng , terbuat dari apa topeng itu ataupun darimana munculnya istilah topeng.

Disini saya akan membahas topeng yang yang sebenarnya sering kita lihat tapi tak terlihat, bentuknya abstrak tapi bisa dirasakan. Maksudnya? Mungkin Anda sedikit bingung dengan pernyataan diatas tapi bagi Anda yang sudah pernah merasakannya pasti langsung dapat memahami.
Tanpa kita sadari sebenarnya banyak orang yang menggunakan topeng di sekitar kita. siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang berusaha menyembunyikan “wajah” asli mereka terhadap orang lain. Kenapa harus disembunyikan? Karena mereka punya alasan tertentu pastinya. Banyak contoh nyata yang dapat kita lihat, misalnya saja si X kita sering melihat dia melakukan hal-hal yang baik, sopan, dan tidak pernah berbuat kasar padahal sebenarnya si X adalah orang yang jahat dan menutupi kejahatannya dengan perbuatan baik yang ia tampilkan. Secara sadar atau tidak si B selama ini telah memakai topeng kebaikan untuk menutupi kejahatannya itu.
Seperti anggota DPR, sebelum mereka duduk di kursi DPR mereka mengumbar-umbar janji kepada rakyat bahwa setelah mereka terpilih mereka akan membela rakyat, melakukan yang terbaik untuk rakyat, apapun untuk rakyat tapi pada kenyataannya janji tinggal janji. Rakyat terabaikan demi kepentingan mereka sendiri, untuk hidupku, keluargaku, dan masa depanku.
Rakyat terlupakan saat kursi itu menjadi milik mereka, rakyat hanya bisa berkomentar dan memberikan pandangan-pandangan mereka tentang kejadian yang terjadi pada anggota DPR saat ini, ada juga yang tak mau ambil pusing karena menurut mereka apapun yang terjadi di DPR bukan urusan mereka. Memikirkan makanan untuk besok saja mereka sudah pusing apalagi memikirkan anggota DPR. Anggota DPR selama ini hanya menggunakan topeng “demi rakyat” untuk mencapai target dan ambisi mereka.

Kita tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi janganlah gunakan topeng untuk menutupi kekurangan kita itu. Lebih baik kita hidup apa adanya, inilah aku dengan segala kekurangan dan kelemahanku. Jangan karena hanya ingin diakui kita menutupi siapa diri kita sebenarnya dan menjadi orang lain. Biarkan mereka melihat wajahmu, biarkan mereka mengenalmu lebih dalam, karena setiap manusia di ciptakan berbeda-beda dan memiliki keunikan sendiri.



Seperti lagu Peterpan :

Tapi buka dulu topengmu…
Buka dulu topengmu,
Biarku lihat warnamu..
Biarku lihat warnamu..

Setiap manusia memiliki daya tarik yang berbeda jangan iri jika orang lain memperoleh hasil yang lebih baik dari kita karena mungkin itulah bagiannya, kita punya bagian sendiri yang tentunya sangat spesial. Tuhan punya rencana menciptakan kita kedunia ini bahkan sebelum kedua orang tua kita berencana untuk “membuat” kita Tuhan telah berencana terlebih dahulu karena kita telah ditentukanNYA dari semula.

Kamis, 04 Maret 2010

HASIL DISKUSI KELOMPOK, TUGAS ONLINE 2

1. Hubungan Psikologi Pendidikan Dengan Media Pembelajaran

Apakah kegunaan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?

Media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.

Penggunaan media dalam pengajaran merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa akan datang. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, media pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.

Kegunaan-kegunaan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan
a. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. Media dapat dirancang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa tergantung kepada keberadaan seorang guru sehingga lebih efisien.
b. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sikap pasif anak didik dalam proses belajar dapat diatasi. Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk: menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
c. Memperlancar proses interaksi antara guru dan siswa untuk membantu siswa belajar secara optimal, penyampaian materinya juga dapat diseragamkan :
  • Proses instruksional menjadi lebih menarik
  • Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif
  • Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi
  • Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan
  • Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
  • Sikap positif siswa terhadap meteri belajar maupun tehadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan
  • Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif.
  • Proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual) sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau suatu prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lengkap dan jelas. Materi pelajaran juga dapat diserap lebih mendalam.
d. Menampilkan objek yang terlalu besar, seperti candi Borobudur, menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang, seperti micro-organisme serta mengamati gerakan yang terlalu cepat, misalnya dengan slow motion.
e. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar,
f. Membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa akan lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar, mereka akan terpacu untuk menjadi yang terbaik.
g. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual) sehingga dapat mendeskripsikan suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau suatu prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lengkap dan jelas. Materi pelajaran juga dapat diserap lebih mendalam

DAFTAR PUSTAKA
http://guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.html
http://kepelatihan.wordpress.com/2009/10/28/pengaruh-modifikasi-media-dalam-proses-pembelajaran-pendidikan-jasmani-di-tingkat-sltp/
http://techonly13.wordpress.com/2009/10/18/kegunaan-media-pendidikan-dalam-proses-belajar-mengajar/
http://ncislam4ever.blogspot.com/2009/01/peran-media-dalam-meningkatkan-kualitas.html
http://mfadil.blog.unej.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


2.Hubungan Psikologi Pendidikan dengan Teknologi Pembelajaran

Bagaimana peran teknologi pembelajaran dalam mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan?

Di zaman sekarang ini, teknologi sangat berperan dalam hidup kita. Terutama dalam bidang pendidikan, setiap hal tidak lepas dari yang namanya teknologi.

Teknologi pembelajaran baru juga merupakan alat pendidikan yang sangat baik asalkan dapat diandalkan, digunakan secara kreatif, dan digunakan dengan tepat. Bagi banyak pendidik yang bekerja di sektor pendidikan tinggi kadang-kadang serangan ke teknologi baru didorong oleh tekanan teman sebaya dan karier keuntungan.

Peranan teknologi dalam pendidikan, antara lain :
1. Teknologi sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi
  • Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompetensi dan keahlian menggunakan teknologi untuk pendidikan
  • Teknologi merupakan bahan mentah dari pengetahuan yang harus diolah dalam proses pembelajaran
2. Teknologi sebagai infrastruktur pembelajaran
  • Bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia
  • Proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja
  • “the network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.
3. Psikologi sebagai sumber bahan belajar
  • Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian pesatnya
  • Tanpa teknologi, proses pembelajaran yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama
4. Teknologi sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik proses pemberian fasilitas
5. Teknologi sebagai pendukung manajemen pembelajaran
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office yang kuat. stakeholder
  • Munculnya keberadaan system pendidikan inter-organisasi
6. Teknologi sebagai system pendukung keputusan
  • Setiap individu memiliki karakteristik dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas

Beberapa aspek dari visi "masa depan pendidikan:"
  1. Pendidikan akan menjadi sangat interaktif, melibatkan siswa setiap 20 detik atau lebih untuk tanggapan, jauh berbeda dengan masa kini pasif metode ceramah.
  2. Pendidikan akan menjadi sangat individual, dengan catatan dapat diakses dunia-upaya belajar siswa tertentu, untuk memungkinkan presentasi pendidikan komputer yang dirancang untuk setiap siswa pengalaman belajar masa lalu dan gaya.
  3. Pendidikan akan menjadi sangat fleksibel dalam interaksi, memungkinkan les bahasa alami menggunakan metode Sokrates tutorial pertanyaan dan respon siswa.
  4. Pendidikan akan menjadi sangat mudah diakses, membuka kesempatan bagi yang kurang beruntung di negara ini dan juga bagi jutaan di negara berkembang.
  5. Pendidikan akan menjadi sangat melalui komputer, menggantikan (bukan melengkapi, yang akan menjadi biaya tambahan) metode ceramah dalam kursus-kursus untuk 15 atau lebih siswa.
  6. Pendidikan jarak jauh akan mulai menggantikan kampus berbasis pendidikan karena biaya tinggi interaktif melalui komputer tentu saja dapat dibenarkan hanya melalui penggunaan layanan oleh jumlah siswa besar daripada hanya dapat menyediakan pendidikan jarak jauh.

DAFTAR PUSTAKA
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://faculty.chass.ncsu.edu/garson/SSCORE//garson2.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Back_office
http://en.wikipedia.org/wiki/Technology
http://www.teknologi-pembelajaran.co.cc/
http://iisk4.wordpress.com/2008/06/12/peranan-teknologi-dalam-dunia-pendidikan-kita-kini-dan-dulu/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


3. Ragam Metode Pembelajaran

Ada berbagai jenis metode pembelajaran yang diterapkan dalam dunia pendidikan. Dan yang sering digunakan adalah metode ceramah. Sebenarnya apakah metode ceramah itu?

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang apa itu metode ceramah, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu macam-macam metode pembelajaran, yaitu :
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.
2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.
3. Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
4. Metode belajar kooperatif
Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.
5. Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.
6. Metode ekspositori atau pameran
Metode ekspositori adalah suatu penyajian visual dengan menggunakan benda dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud mengemukakan gagasan atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.
7. Metode karyawisata/widyamisata
Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat meransang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisata memerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.
8. Metode penugasan
Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.
9. Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.
10. Metode bermain peran
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

Apa itu Metode Ceramah......???

Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisonal. Karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif.

Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan.

Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, pengajar dapat menggunakan alat bantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode utama, berhubungan antara pengajar dengan pembelajar ialah berbicara. Peranan dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh pengajar.

Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar. Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

Langkah-langkah menggunakan metode ceramah :
Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pelaksanaan dan kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
  1. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
  2. Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
  3. Mempersiapkan alat bantu.
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
  1. Langkah Pembukaan. Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukanoleh langkah ini.
  2. Langkah Penyajian. Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarahpada materi pembelajaran yang sedan g disampaikan.
  3. Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah. Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswatetap mengingat materi pembelajaran. Perlu diperhatikan, bahwa ceramahakan berhasil baik, bila didukung oleh metode-metode lainnya, misalnya tanya jawab,tugas, latihan dan lain-lain.
Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topikbaru, (b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa, (c) menghadapi sejumlahsiswa yang cukup banyak.

Langkah- langkah yang dapat ditempuh untuk mempertinggi hasil metode ceramah :
  1. Rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar.
  2. Setelah mencapai tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar.
  3. Susunan bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan.
  4. Pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian tertentu harus ditetapkan sebelumnya.
  5. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan.
  6. Kemudian usahakan menanam pengertian yang jelas.
  7. Adakan rencana penilaian. Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus itu perlu ditetapkan.
Kelebihan metode ceramah :
  1. Guru mudah menguasai kelas
  2. Mudah dilaksanakan
  3. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar
  4. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
  5. Kekurangan metode ceramah :
  6. Kegiatan pengajar menjadi verbalisme ( pengertian kata-kata )
  7. Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
  8. Bila terlalu lama membosankan
  9. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar anak didik
  10. Menyebabkan anak didik pasif

DAFTAR PUSTAKA
http://nurma.staff.uns.ac.id/2008/09/19/beberapa-jawaban-dari-pertanyaan-di-kelas/
http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/09/pengertian-metode-ekspositori/
http://www.pgsd.co.cc/2010/01/metode-pembelajaran-ceramah.html
http://massofa.wordpress.com/2008/07/13/metode-ceramah-dalam-pembelajaran/
http://dossuwanda.wordpress.com/2008/03/18/ragam-metode-pembelajaran/
Santrock, John W. 2008.psikologi Pendidikan. Edisi Kedua.Jakarta:Kencana
Munir, M.IT.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi


Testimoni Kelompok

Katriin (09-054) : Kuliah on-line kali ini asyik, walaupun saya cukup kewalahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Selain waktu kuliah yang padat, media pembelajaran on-line (laptop) juga menjadi penghambat saya dalam mengikuti kuliah on-line kali ini. Walaupun demikian, saya menikmatinya. Semoga perkuliahan seperti ini semakin ditingkatkan. Ini memang yang pertama bagi saya, tapi saya harap ini bukan yang terakhir kalinya.

Susi C B (09-086) : Ini pertama kalinya saya dan mungkin juga teman-teman yang lain mengikuti pembelajaran dengan metode e-learning. Menurut saya cukup menarik karena kita dapat melakukan pembelajaran tanpa harus tatap muka dan sebagainya. Namun mungkin karena baru pertama kali, kami masih agak kewalahan tetapi secara keseluruhan meyakinkan.

Lia Susanti (09-088) : Menakjubkan plus menakutkan. Yang mana pembelajaran seperti ini baru saya alami dalam seumur hidupku. Kami sedikit kewalahan karena padatnya kuliah hari ini. Kalau dari segi alat bantunya, saya tidak merasa kesusahan, karena wifi psikologi hari ini sangat bagus, jadi senang rasanya. Mungkin yang agak sulit dalam hal berbagi arus dengan teman- teman lain yang menggunakan laptop juga. Saya berharap kuliah on-line hari ini dapat menambah wawasan saya ke depan.

Rani Dian S (09-096) : Belajar e-learning cukup mengasyikkan dan bagus diterapkan dalam sistem belajar. Saya cukup antusias untuk mengikuti pembelajaran on-line ini. Apalagi baru pertama kalinya.

Christiana Saragih (09-098) : Bagus! Kuliah on-line hari ini benar-benar menyenangkan, sekaligus memusingkan karena ini pertama kalinya. Banyak kendala, mulai dari laptop yang
tidak ada pencarian data yang kurang maksimum karena keterbatasan waktu, dll.Tapi intinya, saya suka.


Nama- nama kelompok :

Katriin Elisabeth (09-054)
Susi Bancin (09-086)
Lia Susanti (09-088)
Rani Dian Sari (09-096)
Christiana Saragih (09-098)

Jumat, 26 Februari 2010

Proposal Proyek Pendidikan

Sehubungan dengan proposal proyek pendidikan,klik disini.

Kamis, 25 Februari 2010

Perkembangan Teknologi yang melampaui batas pemikiran; tugas 2

Ubiquitous computing (ubicomp) adalah pasca-desktop model interaksi manusia-komputer dalam pengolahan informasi yang telah sepenuhnya terintegrasi ke dalam objek dan aktivitas sehari-hari. Dalam rangka kegiatan biasa, seseorang "menggunakan" komputasi di mana-mana melibatkan banyak perangkat komputasi dan sistem secara bersamaan, dan mungkin tidak selalu bahkan menyadari bahwa mereka melakukannya.
Pada intinya, semua model dari komputasi mana-mana (juga disebut meresap komputasi) berbagi visi kecil, murah, perangkat pengolahan jaringan yang kuat, didistribusikan di semua skala sepanjang kehidupan sehari-hari dan biasanya berpaling pada tempat umum jelas berakhir. Sebagai contoh, sebuah lingkungan komputasi di mana-mana domestik bisa interkoneksi kontrol pencahayaan dan lingkungan dengan monitor biometrik pribadi ditenun menjadi pakaian sehingga kondisi pencahayaan dan pemanas di dalam ruangan bisa diatur, terus-menerus dan tak kentara. Skenario umum berpendapat lain lemari pendingin "sadar" mereka yang ditandai sesuai isi, mampu baik merencanakan berbagai menu dari makanan benar-benar di tangan, dan memperingatkan pengguna makanan basi atau rusak.
Komputasi di mana-mana menyajikan tantangan di ilmu komputer: dalam sistem desain dan rekayasa, dalam sistem pemodelan, dan desain antarmuka pengguna. Kontemporer interaksi manusia-komputer model, apakah baris-perintah, menu-driven, atau GUI-based, yang tidak sesuai dan tidak memadai untuk kasus di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa "alam" paradigma interaksi yang sepenuhnya sesuai dengan mana-mana komputasi yang kuat belum muncul - walaupun ada juga pengakuan di lapangan bahwa dalam banyak hal kita sudah hidup di dunia ubicomp. Kontemporer meminjamkan beberapa perangkat yang mendukung ide terakhir ini termasuk ponsel, digital audio player, radio frequency identification tag, GPS, dan papan tulis interaktif.
Mark Weiser mengusulkan tiga bentuk dasar untuk sistem di mana-mana perangkat, lihat juga perangkat Smart: tab, bantalan dan papan.
•Tabs : dpt dipakai perangkat berukuran sentimeter
•Pads : genggam perangkat berukuran desimeter
•Boards : meter ukuran layar perangkat interaktif.
Bentuk ketiga yang diajukan oleh Weiser disifatkan dengan menjadi makro-ukuran, memiliki bentuk planar dan menggabungkan keluaran visual display. Jika kita santai masing-masing dari tiga karakteristik ini kita dapat memperluas rentang ini menjadi jauh lebih beragam dan berpotensi lebih bermanfaat Ubiquitous Computing berbagai perangkat. Oleh karena itu, tiga bentuk tambahan untuk sistem di mana-mana telah diajukan:
Dust : miniaturised perangkat dapat tanpa menampilkan output visual, misalnya, Micro Electro-Mechanical Systems (MEMS), mulai dari nanometer melalui mikrometer untuk milimeter.
Skin : fabrics kain berdasarkan memancarkan cahaya dan konduktif polimer, perangkat komputer organik, dapat dibentuk menjadi lebih fleksibel non-planar permukaan dan menampilkan produk-produk seperti pakaian dan gorden, melihat Perangkat MEMS juga dapat dicat ke berbagai permukaan, sehingga berbagai struktur dunia fisik dapat bertindak sebagai permukaan jaringan MEMS.
Clay : ansambel dari MEMS dapat dibentuk menjadi sewenang-wenang bentuk tiga dimensi sebagai artefak yang menyerupai berbagai macam objek fisik (lihat juga Berwujud antarmuka).


E-learning

E-learning (atau pembelajaran elektronik atau eLearning) adalah istilah yang mencakup segala bentuk Technology-Enhanced Learning (TEL) atau sangat spesifik TEL jenis seperti online atau web-based learning.

Istilah e-learning ambigu kepada orang-orang di luar industri e-learning, dan bahkan di dalam disiplin ilmu yang beraneka ragam memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.Misalnya, dalam perusahaan-perusahaan itu sering merujuk pada strategi yang menggunakan jaringan perusahaan untuk memberikan pelatihan kepada karyawan dan akhir-akhir ini di sebagian besar Perguruan Tinggi, e-learning digunakan untuk menentukan modus tertentu untuk mengikuti perkuliahan atau program studi dimana siswa jarang atau tidak pernah bertemu tatap muka, atau akses di kampus pendidikan fasilitas, karena mereka belajar secara online.
fasilitas, karena mereka belajar secara online.

E-Learning dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan individu yang terlibat.
1.Kemudahan dan fleksibilitas kepada peserta didik: dalam banyak konteks, eLearning adalah diri sendiri mondar-mandir dan sesi pembelajaran yang tersedia 24x7. Peserta didik tidak terikat hari tertentu / waktu untuk menghadiri kelas-kelas secara fisik. Mereka juga dapat menghentikan sebentar sesi pembelajaran pada teknologi High convenience. mereka tidak perlu untuk semua kursus online. Dasar akses internet, audio, dan video persyaratan kemampuan yang umum. Tergantung pada teknologi yang digunakan, siswa dapat memulai kursus sambil bekerja dan menyelesaikan mereka di rumah pada komputer yang berbeda.
2.Untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21, khususnya untuk memastikan bahwa peserta didik memiliki keterampilan keaksaraan digital yang dibutuhkan dalam disiplin, profesi atau karier Bates (2009 menyatakan bahwa argumen utama untuk e-learning adalah bahwa hal itu memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan penting bagi pekerja berbasis pengetahuan dengan embedding penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kurikulum. D


hal ini memang sangat baik bagi perkembangan teknologi. jika nantinya komputer akan ada dimana-mana dan semua orang bisa menggunakannya maka,manusia tak perlu lagi bersusah payah dalam mncari informasi ataupun kebutuhan lainnya dengan cepat.
seperti yang dapat kita lihat pada lingkungan sekitar kita, pada umunya masyarakat kurang mengenal apa itu teknologi.
salah satu faktor yang menyebabkan hal ini mungkin adalah faktor ekonomi. karena sebagian besar penduduk Indonesia bekerja sebagai petani.

perkembangan teknologi tentunya sangat penting untuk kita ikuti dan kita ketahui agar kita tak ketinggalan dengan negara-negara yang maju lainnya.
kita mungkin tidak akan pernah tahu dan bahkan mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita jika suatu hari nanti akan ada perkembangan teknologi yang luar biasa yang mampu mengubah ataupun mengambil alih kehidupan manusia.
tanpa kita sadari saat ini hal itu telah melekat pada diri kita.
contohnya saja mahasiswa yang menggunakan internet atau dikenal dengan sistem e-learning dalam perkuliahan merupakan salah satu awal atau langkah untuk mempersiapkan diri untuk Ubiquitous computing .


referensi buku :


Santrock, J.W. (2009). Psikologi Pendidikan (edisi 3). Jakarta: Salemba Humanika
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: CV Alfabeta


referensi lain :

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Ubiquitous_computing&ei=w3aHS-WFHse8rAfW0bm5Cg&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=2&ved=0CBQQ7gEwAQ&prev=/search%3Fq%3Dubiquitous%2Bcomputing%26hl%3Did%26sa%3DG

nama : Christiana Saragih
Tgl penyelesaian : 26 Februari 2010

Kamis, 11 Februari 2010

HANYA ADA 3 HARI.......

Hanya ada 3 hari di hidup ini ....
Yang pertama : Hari kemarin

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang Anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja....

Yang kedua : Hari esok
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba;biarkan saja...

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini
Pinti masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Anda untuk hari ini.

Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila Anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini.Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi....

perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Anda..
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita akan berganti...


jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik untuk hari ini...

KECANDUAN FACEBOOK; tugas 1

Seperti yang kita ketahui saat ini kita tidak dapat lepas dengan yang namanya Facebook. Dari anak-anak sampai orang dewasa mengenal bahkan menggunakannya.
Disini saya akan mengulas sedikit tentang awal mula munculnya Facebook.

Facebook atau yang sering juga disingakt dengan Fb adalah sebuah social networking yang baru saja dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg. Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg lahir lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS).

Saya mengakui Facebook mampu menarik hati orang yang melihatnya. Bahkan ada orang rela melalaikan pekerjaannya karena keasyikan mengganti status di Fb. Saya pernah di mintai tolong oleh seorang anak siswi SMP yang ingin membuat foto profilnya, waktu itu kebetulan saya berada pada warnet yang sama. Anak itu bersama dengan saudara perempuannya yang masih SD . saya mencoba untuk membantu., awalnya saya pikir mereka ingin memindahkan foto mereka sendiri tapi ternyata mereka ingin memindahkan foto orang lain yang mereka cari di Google kedalam foto profil mereka. Saya benar-benar tidak menyangka mereka berani bahkan mampu memiliki pemikiran yang demikian. Hanya karena ingin orang lain menganggap mereka dewasa dan cantik mereka mau melakukan itu.
ada sebagian anak-anak yang sembunyi-sembunyi menggunakan Fb, mereka takut ketahuan orang tuanya karena akan di marahi kalau menggunakan Fb. Tapi mereka tidak ingin ketingglan dengan teman-teman mereka dan tidak ingin dianggap atau di cap sebagai orang yang ketinggalan jaman karena itulah mereka tetap membuka Fb walaupn dengan cara sembunyi-sembunyi.

Sebenarnya Fb tidak sepenuhnya berdampak buruk, sekarang tergantung pada penggunanya bagaimana cara mereka menggunakan dan memanfaatkan situs yang sangat menarik ini. Ada juga anak tetangga saya yang berbohong ingin mengerjakan tugas di warnet padahal ia mengerjakan tugas sambil membuka Fb. Saya merasa kasihan kasihan pada orangtua mereka karena mereka telah dibohongi oleh anak mereka sendiri padahal mereka mengira anak mereka sedang bersungguh-sungguh belajar tapi ternyata tidak. Sebenarnya orang tua harus menjadi fasilitator anak-anaknya sebab keluarga merupakan tempat peletakkan dasar-dasar kepribadian anak selanjutnya. Orang tua tidak perlu melarang anaknya membuka Fb karena bagaimanapun anak-anak memilki rasa keingintahuan yang tinggi, semakin dilarang mereka akan semakin giat melakukannya.
Banyak dari antara kita yang kecanduan Fb dan tak bisa terlepas darinya. Jika sehari saja tidak up date status rasanya seperti kehilangan seperuh jiwannya. Fb juga seringkali secara tidak langsung mampu membuat orang menjadi narsis. Yang dulunya orang tersebut tidak suka berfoto sekarang selalu ingin di foto dan cepat-cepat di masukkan ke dalam Fb agar di lihat orang lain dan di komentari.
Saya akui dulu awal-awal saya punya Fb saya merasa kecanduan, ada hasrat ingin selalu buka Fb kalau tidak dari computer dari handphone.
Saya rela jika pulsa saya habis yang penting saya bisa buka Fb dan meng-update status. Saya sering dimarahi mama saya karena gara-gara buka Fb saya jadi melalaikan tugas saya. Entah kenapa saya sangat senang membaca status orang dan mengomentarinya walaupun sebenarnya komentar-komentar itu adalah komentar yang tidak penting.
Sekarang saya tidak lagi demikian karena semakin lama saya merasa bosan apalagi kalau tidak ada teman yang mau di ajak untuk saling memberikan komentar.

Ada beberapa fasilitas menggunakan Fb, yang pertama fasilitis menulis status. Di kolom ini kita cukup menuliskan apa yang sedang kita kerjakan atau bahkan mengutip kata-kata mutiara. Dari sini, biasanya ada yang menanggapi. Maka dari status bisa berkembang menjadi diskusi sahut-sahutan yang hangat.

Fasilitas lain adalah facebook dapat meng-upload foto dengan mudah dari kamera tanpa me-resize atau mengurangi resolusi seperti di blog. Fasilitas ini sangat menolong saya karena saya suka malas mengupload foto kalau harus me-resizenya. Terus, foto ini juga bisa diberi nama, atau istilahnya di-tag sehingga ketika sosok dalam foto di-klik, keluarlah namanya.

Fasilitas lain yang menarik adalah facebook sangat efektif sebagai kartu undangan. Jika kita bermaksud mengadakan sebuah event, kita bisa mengundang teman yang masuk dalam komunitas kita dengan mudah, dan jika mereka berniat hadir atau tidak, konfirmasi dapat diperoleh dengan mudah berikut statistiknya.

Setiap updates dari teman-teman kita, baik berupa perubahan status, ada foto baru, ada notes baru, akan diberitahukan kepada kita lewat NOTIFICATIONS yang juga di-cc-kan ke email kita. Jadi, email kita bisa penuh jika banyak terjadi updates pada teman-teman kita.

Masih banyak lagi fasilitas-fasilitas menarik yang terdapat pada Fb yang dapat kita nikmati untuk menghilangkan rasa jenuh ataupun kebosanan kita. Fb merupakan salah satu bagian dari teknologi yang berkembang cepat dan akan terus berubah.
Teknologi informasi dan komunikasi memang akan terus berkembang dan tak akan berhenti, teknologi informasi dan komunikasi ini memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Kita tidak dapat lari ataupun manyangkal bahwa hidup kita selalu di bayangi perubahan yang tak akan pernah berhenti. Hidup kita dapat berhenti tetapi teknologi akan terus mengalami perubahan.
Jadi sudah seharusnya kita menggunakan Fb dengan baik dan tidak menjadi pecandu Fb.


Referensi buku:

Santrock, J.W. (2009). Psikologi Pendidikan (edisi 3). Jakarta: Salemba Humanika
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: CV Alfabeta
Mutiarsih, TH.Enik,dkk. (2007). Memahami Psikologi Remaja.Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama

Referensi lainnya:

http://heryazwan.wordpress.com/2008/11/26/kecanduan-facebook/
http://omarinu.blogspot.com/2009/03/sejarah-facebook.html

Senin, 08 Februari 2010

Tugas Diskusi Kelompok Psikologi Pendidikan

Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok Anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 3sks ta. 2009/2010 harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, di Medan khususnya.



Bagi kami kewajiban membuat blog dalam mata kuliah pendidikan ini sangat menarik dan memberikan kita pengetahuan yang baru sehingga kita tidak ketinggalan tentang kemajuan teknologi yang terus berkembang sangat cepat dan pesat. Secara tidak langsung kita diajar dan dididik untuk dapat mengaplikasikan apa yang ada dalam diri kita, bakat-bakat yang ada dalam diri kita. Misalnya jika kita punya bakat dalam membuat puisi atau tulisan-tulisan, mendesain, atau yang lain-lain, kita dapat mempostingkannya di blog kita masing-masing, sehingga semua orang bisa membaca dan memberikan komentar di blog kita. Dengan begitu kita dapat menilai sejauh mana kemampuan kita dipandang oleh orang lain. Kita juga diajarkan untuk berbagi informasi dan bersosialisasi secara tidak langsung dengan berbagai masyarakat di dunia. Dengan adanya e-mail dan blog kita juga dapat membuat proses pengajaran lebih efektif, tidak perlu harus bertatap muka secara lansung antara dosen dan mahasiswa. Selain itu kita juga dapat mengefektifan waktu karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keinginan masing-masing. Nah, kita sudah tahu betapa banyaknya manfaat dari e-mail dan blog ini, tetapi sampai saat ini penggunaan nya belum diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya di kota Medan ini. Oleh sebab itu sebaiknya penggunaanya dalam dunia pendidikan agar lebih dikembangkan dan ditingkatkan demi tercapainya kemajuan pendidikan di Indonesia.

Terima kasih...!!!!

Nama-nama Kelompok :


Katriin Elisabeth (09-054)
Susi Bancin (09-086)
Lia Susanti (09-088)
Rani Dian Sari (09-096)
Christiana Saragih (09-098)

Kamis, 04 Februari 2010

pemula mencari ilmu


akhirnya punya blog jgaa..

smoga bz d gnakan dgn baek.. ^^